Altcoin Season Index merupakan salah satu indikator yang dapat membantu investor memahami kondisi pasar aset kripto. Indikator ini digunakan untuk melihat seberapa banyak altcoin yang mampu mengungguli kinerja Bitcoin dalam periode tertentu. Semakin banyak altcoin yang memberikan kinerja lebih baik daripada Bitcoin, semakin tinggi nilai indeks tersebut.
Pembahasan mengenai Altcoin Season sering muncul ketika pasar mengalami perubahan momentum. Pada kondisi tertentu, Bitcoin dapat menjadi aset dengan kinerja paling kuat. Namun, pada fase lainnya, performa dapat mulai meluas ke berbagai altcoin. Altcoin Season Index membantu memberikan gambaran mengenai perubahan tersebut secara lebih terukur.
Meski demikian, penting untuk memahami bahwa indeks ini bukan alat untuk memastikan harga akan naik atau turun. Indeks hanya menggambarkan kinerja relatif sejumlah altcoin terhadap Bitcoin berdasarkan metode pengukuran tertentu. Selain itu, setiap penyedia indeks dapat memiliki metodologi yang berbeda. BlockchainCenter menggunakan 50 aset teratas yang memenuhi kriteria, sedangkan CoinMarketCap menggunakan 100 aset teratas. Keduanya menggunakan periode pengamatan 90 hari dan ambang 75% untuk menentukan kondisi altcoin season.
Apa itu Altcoin Season Index?
Pengertian Altcoin Season Index
Altcoin Season Index adalah indikator yang mengukur proporsi altcoin yang memiliki kinerja lebih baik daripada Bitcoin selama periode tertentu.
Dengan kata lain, indikator ini tidak hanya melihat apakah harga altcoin mengalami kenaikan. Yang dibandingkan adalah kinerja altcoin terhadap Bitcoin. Hal tersebut penting karena sebuah altcoin dapat naik dalam nilai mata uang tertentu, tetapi tetap dianggap tidak mengungguli Bitcoin apabila kenaikannya lebih kecil.
Sebagai contoh, apabila harga Bitcoin naik 10% dalam 90 hari, sementara sebuah altcoin naik 20% pada periode yang sama, altcoin tersebut mengungguli Bitcoin. Sebaliknya, apabila sebuah altcoin hanya naik 5%, maka kinerjanya masih berada di bawah Bitcoin.
Dalam metodologi BlockchainCenter, altcoin season terjadi apabila sedikitnya 75% dari 50 aset teratas yang memenuhi kriteria memiliki kinerja lebih baik daripada Bitcoin selama 90 hari. CoinMarketCap menggunakan pendekatan serupa dengan 100 aset teratas yang memenuhi kriteria.
Parameter Dasar Pengukuran secara Umum
Walaupun metode setiap penyedia dapat berbeda, terdapat beberapa parameter dasar yang umumnya digunakan dalam menghitung Altcoin Season Index.
Pertama adalah kelompok aset yang masuk dalam pengamatan. Penyedia indeks biasanya mengambil sejumlah aset dengan kapitalisasi pasar besar yang memenuhi kriteria tertentu.
Kedua adalah periode pengukuran. CoinMarketCap menggunakan kinerja harga bergulir selama 90 hari. Dengan demikian, indeks tidak hanya melihat perubahan harga dalam beberapa hari terakhir, tetapi menggunakan rentang waktu yang lebih panjang untuk melihat kinerja relatif.
Ketiga adalah Bitcoin sebagai tolok ukur. Setiap aset yang dihitung dibandingkan dengan kinerja Bitcoin pada periode yang sama.
Keempat adalah jumlah aset yang berhasil mengungguli Bitcoin. Semakin besar proporsinya, semakin tinggi skor Altcoin Season Index.
Karena itu, Altcoin Season Index lebih tepat dipahami sebagai ukuran luasnya kinerja altcoin terhadap Bitcoin, bukan ukuran seberapa tinggi harga altcoin dapat naik.
Mengapa Indikator Ini Penting Bagi Investor Kripto?
Pasar aset kripto dapat mengalami perubahan fokus dari waktu ke waktu. Pada suatu periode, Bitcoin mungkin menjadi aset yang paling banyak mendapatkan perhatian dan mencatat kinerja lebih kuat. Pada periode lain, pergerakan pasar dapat mulai menyebar ke berbagai altcoin.
Perubahan tersebut sering disebut sebagai rotasi pasar. Altcoin Season Index dapat membantu investor melihat apakah rotasi tersebut sudah terjadi secara luas atau baru terbatas pada beberapa aset.
Hal ini penting karena kenaikan satu atau dua altcoin belum tentu menunjukkan bahwa pasar sedang memasuki altcoin season. Sebuah altcoin season menandakan bahwa kinerja yang lebih baik terjadi pada sebagian besar aset yang termasuk dalam kelompok pengukuran.
Indikator ini juga dapat membantu investor melihat pasar dari perspektif yang lebih luas. Alih-alih hanya memperhatikan pergerakan harga sebuah aset, investor dapat melihat apakah peningkatan kinerja altcoin memang terjadi secara menyeluruh.
Namun, Altcoin Season Index tetap tidak dapat berdiri sendiri. Indeks tidak memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi fundamental suatu proyek, risiko likuiditas, valuasi, atau potensi penurunan harga. Oleh sebab itu, indeks sebaiknya digunakan sebagai salah satu bagian dari proses analisis, bukan sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi.
Perbedaan Utama Bitcoin Season vs Altcoin Season
Bitcoin season dan altcoin season menggambarkan kondisi pasar berdasarkan perbandingan kinerja Bitcoin dengan kelompok altcoin yang menjadi objek pengukuran.
Pada Bitcoin season, sebagian besar altcoin tidak mampu mengungguli Bitcoin dalam periode pengamatan. Menurut metodologi CoinMarketCap, kondisi ini terjadi ketika 25% atau kurang dari 100 aset yang memenuhi kriteria berhasil mengungguli Bitcoin dalam 90 hari.
Sebaliknya, altcoin season menggambarkan kondisi ketika sebagian besar altcoin mengungguli Bitcoin. Dalam metodologi yang sama, ambangnya adalah 75% atau lebih.
Di antara kedua kondisi tersebut terdapat wilayah transisi. Pada fase ini, cukup banyak altcoin yang dapat mengungguli Bitcoin, tetapi jumlahnya belum mencapai batas yang diperlukan untuk disebut altcoin season. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar belum memiliki dominasi kinerja yang cukup luas di antara altcoin.
Perbedaan ini penting karena kenaikan beberapa altcoin tidak otomatis berarti pasar sedang berada dalam altcoin season. Yang diperhatikan adalah seberapa luas kinerja tersebut terjadi pada kelompok aset yang digunakan dalam indeks.
Bagaimana Cara Altcoin Season Index Dihitung?
Secara sederhana, cara menghitung Altcoin Season Index dapat dipahami melalui beberapa tahap.
Pertama, penyedia indeks menentukan kelompok aset yang akan dianalisis berdasarkan peringkat dan kriteria tertentu.
Kedua, aset yang tidak sesuai dengan karakteristik pengukuran dikeluarkan. CoinMarketCap, sebagai contoh, tidak memasukkan stablecoin dan wrapped token atau token berbasis aset lain dalam perhitungannya.
Ketiga, kinerja masing-masing aset dibandingkan dengan Bitcoin selama 90 hari.
Keempat, aset yang memberikan kinerja lebih baik daripada Bitcoin dihitung.
Kelima, jumlah aset tersebut dibandingkan dengan total aset yang digunakan dalam indeks untuk mendapatkan persentase atau skor.
Sebagai ilustrasi, apabila suatu metodologi menggunakan 50 aset dan 38 di antaranya mengungguli Bitcoin, maka:
38 ÷ 50 × 100 = 76%
Hasil 76% berarti bahwa 76% dari aset yang diamati telah mengungguli Bitcoin dalam periode pengukuran. Apabila ambang yang digunakan adalah 75%, kondisi tersebut memenuhi kriteria Altcoin Season.
Metode tersebut merupakan ilustrasi sederhana. Dalam praktiknya, hasil indeks mengikuti daftar aset, waktu pengambilan data, aturan pengecualian, dan metodologi penyedia masing-masing.
CoinMarketCap menggunakan 100 aset teratas yang memenuhi kriteria dan membandingkan kinerja bergulir selama 90 hari. Nilai indeks kemudian disajikan dalam skala 0 hingga 100 dan diperbarui secara berkala.
Mengapa Stablecoin dan Wrapped Token Dikecualikan?
Stablecoin memiliki karakteristik harga yang berbeda dari sebagian besar aset kripto lainnya karena dirancang untuk menjaga nilai relatif stabil terhadap aset atau nilai acuan tertentu. Oleh karena itu, memasukkan stablecoin dalam perbandingan kinerja dapat membuat hasil indeks kurang mencerminkan tujuan utamanya.
Hal yang sama berlaku pada wrapped token atau token yang merepresentasikan aset lain dalam jaringan tertentu. CoinMarketCap secara khusus menyebut beberapa wrapped token atau aset yang didukung aset lain sebagai kategori yang tidak dimasukkan dalam perhitungan.
Pengecualian ini dilakukan agar kelompok aset yang dibandingkan lebih relevan untuk mengukur kinerja altcoin terhadap Bitcoin.
Kriteria Top 50 Altcoin yang Masuk Perhitungan
BlockchainCenter menggunakan 50 aset teratas yang memenuhi kriteria tertentu sebagai dasar perhitungan Altcoin Season Index. Dari kelompok tersebut, stablecoin dan aset berbasis aset lain tidak dimasukkan ke dalam perhitungan.
Karena kapitalisasi pasar aset kripto berubah dari waktu ke waktu, daftar aset yang masuk ke dalam kelompok pengukuran juga dapat berubah.
Artinya, sebuah aset tidak selalu menjadi bagian dari 50 besar secara permanen. Perubahan kapitalisasi pasar dapat menyebabkan posisi suatu aset naik atau turun sehingga kelompok aset yang digunakan dalam indeks ikut berubah.
Perbedaan ini juga menunjukkan mengapa angka dari satu penyedia indeks tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung dengan angka dari penyedia lainnya. BlockchainCenter menggunakan 50 aset, sementara CoinMarketCap menggunakan 100 aset. Perbedaan jumlah aset tersebut dapat menghasilkan skor yang berbeda meskipun kondisi pasar yang diamati sama.
Cara Membaca Sinyal dan Skor Altcoin Season Index
Altcoin Season Index umumnya ditampilkan dalam skala 0 hingga 100. Semakin tinggi nilainya, semakin besar proporsi aset yang mengungguli Bitcoin dalam kelompok dan periode pengukuran.
Sebagai gambaran, skor 20 menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil aset dalam kelompok pengamatan yang mengungguli Bitcoin. Sementara itu, skor 50 menunjukkan sekitar setengah aset memberikan kinerja lebih baik daripada Bitcoin.
Nilai 75 menjadi batas penting dalam metodologi yang digunakan CoinMarketCap dan BlockchainCenter. Ketika setidaknya 75% aset mengungguli Bitcoin, kondisi tersebut dikategorikan sebagai Altcoin Season.
Sebaliknya, CoinMarketCap menetapkan nilai 25 atau lebih rendah sebagai Bitcoin Season. Dengan demikian, skor antara 26 hingga 74 dapat dipandang sebagai area transisi dan tidak secara otomatis menunjukkan salah satu kondisi tersebut.
Apa Arti Skor di Area Tengah?
Skor di area tengah menunjukkan bahwa pasar belum menunjukkan dominasi yang cukup kuat dari altcoin ataupun Bitcoin berdasarkan kriteria indeks.
Misalnya, skor 60 berarti cukup banyak aset yang mengungguli Bitcoin, tetapi jumlah tersebut belum mencapai ambang 75%. Investor dapat menggunakan perubahan skor dari waktu ke waktu untuk melihat apakah kinerja altcoin sedang meluas atau justru kembali melemah dibandingkan Bitcoin.
Karena itu, perubahan arah indeks juga dapat menjadi informasi yang berguna. Kenaikan skor secara bertahap dapat menunjukkan semakin banyak altcoin yang mulai mengungguli Bitcoin. Sebaliknya, penurunan skor dapat menunjukkan bahwa keunggulan kinerja mulai kembali ke Bitcoin.
Tetap perlu diperhatikan bahwa perubahan skor bukanlah sinyal beli atau jual secara otomatis.
Altcoin Marketcap dan Hubungannya dengan Altcoin Season
Istilah Altcoin marketcap merujuk pada kapitalisasi pasar altcoin, yaitu total nilai pasar aset kripto selain Bitcoin dalam konteks pengukuran yang digunakan.
Kapitalisasi pasar dapat memberikan konteks tambahan ketika membaca Altcoin Season Index. Apabila kapitalisasi pasar altcoin meningkat bersamaan dengan semakin banyak altcoin yang mengungguli Bitcoin, kondisi tersebut dapat memberikan gambaran bahwa partisipasi pasar sedang meluas.
Namun, Altcoin marketcap dan Altcoin Season Index bukanlah indikator yang sama.
Kapitalisasi pasar menunjukkan ukuran nilai pasar, sedangkan Altcoin Season Index melihat berapa banyak aset yang mengungguli Bitcoin dalam periode tertentu. Karena itu, peningkatan Altcoin marketcap saja tidak cukup untuk memastikan bahwa pasar sudah memasuki Altcoin Season.
CoinMarketCap sendiri menyediakan data altcoin market cap sebagai bagian dari data indeksnya, tetapi nilai tersebut tetap merupakan metrik yang berbeda dari skor indeks.
Strategi Trading Saat Masuk Zona Altseason
Masuknya indeks ke zona Altseason dapat menjadi informasi bahwa kinerja altcoin sedang lebih kuat secara luas. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh altcoin akan terus naik atau memberikan hasil yang sama.
Karena itu, strategi yang digunakan sebaiknya tetap mempertimbangkan manajemen risiko.
Gunakan indeks sebagai indikator kondisi pasar
Altcoin Season Index lebih tepat digunakan untuk memahami kondisi pasar secara umum daripada sebagai pemicu transaksi otomatis.
Investor dapat menggunakannya untuk mengetahui apakah pasar sedang berada dalam fase yang relatif menguntungkan bagi altcoin, kemudian melanjutkan analisis terhadap aset yang dipertimbangkan.
Jangan membeli hanya karena skor indeks tinggi
Skor tinggi berarti lebih banyak altcoin mengungguli Bitcoin dalam periode pengukuran. Skor tersebut tidak berarti harga semua altcoin masih murah atau akan terus naik.
Mengejar aset yang sudah mengalami kenaikan tajam dapat meningkatkan risiko masuk pada harga yang kurang menguntungkan. Kinerja masa lalu juga tidak menjamin hasil pada periode berikutnya.
Tetap gunakan Bitcoin sebagai tolok ukur
Karena indeks mengukur kinerja relatif terhadap Bitcoin, pergerakan Bitcoin tetap menjadi bagian penting dalam membaca kondisi pasar.
Sebuah altcoin dapat mengalami kenaikan, tetapi apabila Bitcoin naik lebih tinggi, altcoin tersebut tetap tidak dianggap mengungguli Bitcoin dalam perhitungan indeks.
Perhatikan diversifikasi
Altcoin tetap dapat mengalami volatilitas tinggi dan penurunan harga yang tajam. Diversifikasi dapat dipertimbangkan sesuai tujuan investasi, jangka waktu, dan kemampuan menanggung risiko. Komposisi aset sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan satu indikator pasar.
Tentukan batas risiko
Investor sebaiknya menentukan batas risiko sebelum mengambil posisi. Besarnya dana yang dialokasikan perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial dan toleransi terhadap perubahan harga.
Dengan pendekatan tersebut, Altcoin Season Index dapat berfungsi sebagai alat bantu membaca pasar, bukan sebagai dasar untuk mengambil risiko yang tidak terukur.
Kapan Altcoin Season Terjadi?
Pertanyaan “Kapan altcoin season terjadi?” sebenarnya tidak memiliki jawaban berupa tanggal tertentu. Altcoin season merupakan kondisi pasar yang ditentukan berdasarkan kinerja relatif altcoin terhadap Bitcoin.
Menurut BlockchainCenter, altcoin season terjadi ketika setidaknya 75% dari 50 aset teratas yang memenuhi kriteria mengungguli Bitcoin selama 90 hari.
Sementara itu, CoinMarketCap menetapkan Altcoin Season ketika setidaknya 75% dari 100 aset teratas yang memenuhi kriterianya mengungguli Bitcoin dalam periode 90 hari.
Dengan demikian, investor tidak perlu mencari tanggal kapan Altcoin Season akan dimulai. Fokus yang lebih tepat adalah memantau perkembangan indeks dan melihat apakah jumlah altcoin yang mengungguli Bitcoin terus meningkat hingga mencapai batas yang ditentukan.
Kondisi pasar juga dapat berubah dengan cepat. Altcoin Season tidak menjamin bahwa tren tersebut akan bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, perubahan indeks perlu dipantau bersama faktor pasar lainnya.
FAQ
Apa itu Altcoin Season Index?
Altcoin Season Index adalah indikator yang mengukur seberapa banyak altcoin yang mengungguli Bitcoin dalam periode tertentu. Indeks ini digunakan untuk melihat apakah kinerja positif altcoin terjadi secara luas atau hanya pada beberapa aset.
Apa yang dimaksud dengan altcoin index?
Secara sederhana, altcoin index adalah indeks yang digunakan untuk menggambarkan kondisi dan kinerja kelompok altcoin menggunakan metode pengukuran tertentu. Dalam konteks Altcoin Season Index, fokus utamanya adalah membandingkan kinerja altcoin dengan Bitcoin.
Berapa skor yang menandakan altcoin season?
Ambang yang umum digunakan adalah 75. BlockchainCenter menyebut Altcoin Season terjadi ketika 75% atau lebih dari 50 aset yang diamati mengungguli Bitcoin dalam 90 hari. CoinMarketCap menggunakan ambang 75% pada 100 aset yang memenuhi kriterianya.
Apakah Ethereum termasuk altcoin?
Dalam metodologi CoinMarketCap, Ethereum termasuk dalam kelompok altcoin yang dapat diperhitungkan dalam indeks.
Apa hubungan Altcoin Season Index dengan Bitcoin Dominance?
Keduanya merupakan indikator yang berbeda. Altcoin Season Index membandingkan kinerja sejumlah altcoin dengan Bitcoin, sedangkan Bitcoin Dominance menunjukkan proporsi kapitalisasi pasar Bitcoin terhadap keseluruhan kapitalisasi pasar aset kripto.
Keduanya dapat memberikan informasi pelengkap ketika investor sedang menganalisis kondisi pasar, tetapi tidak sebaiknya diperlakukan sebagai indikator yang sama.
Kesimpulan
Altcoin Season Index dapat membantu investor memahami apakah kinerja altcoin sedang mengungguli Bitcoin secara luas. Indikator ini pada dasarnya melihat berapa banyak aset yang memiliki kinerja lebih baik daripada Bitcoin selama periode pengukuran tertentu.
Ambang 75% sering digunakan untuk mendefinisikan Altcoin Season, tetapi cara perhitungannya dapat berbeda tergantung penyedia indeks. BlockchainCenter menggunakan 50 aset teratas, sedangkan CoinMarketCap menggunakan 100 aset teratas. Keduanya membandingkan kinerja dalam periode 90 hari.
Memahami Altcoin Season Index juga membantu investor membedakan antara kenaikan beberapa altcoin dan kondisi Altcoin Season yang terjadi secara lebih luas. Namun, indeks tidak dapat digunakan untuk memastikan pergerakan harga di masa depan.
Oleh karena itu, Altcoin Season Index sebaiknya digunakan sebagai salah satu alat untuk membaca kondisi pasar, kemudian dilengkapi dengan analisis fundamental, analisis teknikal, kondisi likuiditas, kapitalisasi pasar, serta manajemen risiko. Dengan pendekatan yang menyeluruh, investor dapat memahami dinamika pasar kripto dengan lebih objektif dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu indikator.


